Skip to main content

riwayat Hudzaifah ra.

Printer-friendly version

143 - Hadits riwayat Hudzaifah ra. ia berkata:

143 - Hadits riwayat Hudzaifah ra. ia berkata: Aku pernah bersama Nabi saw. tiba di suatu tempat pembuangan sampah milik suatu kaum. Beliau kencing dengan berdiri, sedangkan aku menjauh. Beliau bersabda: Mendekatlah, maka aku mendekat sampai berdiri di dekat tumit beliau. Kemudian beliau berwudhu dan mengusap sepasang khuf beliau

134 - Hadits riwayat Hudzaifah ra. ia berkata:

134 - Hadits riwayat Hudzaifah ra. ia berkata: Apabila Rasulullah saw. bangun untuk melakukan shalat tahajjud, beliau menggosok giginya dengan siwak

85 - Hadits riwayat Hudzaifah ra. ia berkata:

85 - Hadits riwayat Hudzaifah ra. ia berkata: Kami sedang berada bersama Rasulullah saw. ketika beliau bersabda: Hitunglah, berapa orang yang menyatakan Islam? Lalu kata Hudzaifah: Kami berkata: Wahai Rasulullah, apakah engkau khawatir pada kami, sedangkan kami berjumlah antara enam hingga tujuh ratus orang. Rasulullah saw. bersabda: Kalian tidak tahu, mungkin suatu saat nanti kalian mendapat cobaan. Huzaifah ra. berkata: Maka kami benar-benar diuji sampai-sampai seorang di antara kami tidak melaksanakan shalat kecuali dengan cara sembunyi-sembunyi

83 - Hadits riwayat Hudzaifah ra. ia berkata:

83 - Hadits riwayat Hudzaifah ra. ia berkata: Ketika kami bersama Umar ra. ia bertanya: Siapakah di antara kalian yang pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda tentang fitnah? Sekelompok shahabat berkata: Kami pernah mendengarnya. Umar berkata: Barangkali yang kalian maksudkan adalah fitnah seseorang berhubungan dengan keluarga dan tetangganya? Mereka menjawab: Ya, benar. Umar berkata: itu bisa dihapuskan oleh shalat, puasa dan zakat. Tetapi, siapakah di antara kalian yang pernah mendengar sabda Nabi saw: Fitnah yang berombak seperti ombak laut? Orang-orang terdiam.

82 - Hadits riwayat Hudzaifah ra. ia berkata:

82 - Hadits riwayat Hudzaifah ra. ia berkata: Rasulullah saw. menceritakan kepada kami dua hadits. Yang satu aku sudah tahu dan aku masih menunggu yang satu lagi. Beliau menceritakan kepada kami bahwa Amanat (inti iman) bertempat pada pangkal hati manusia. Kemudian Al Qur'an turun dan merekapun mengetahui dari Al Qur'an dan mengetahui pula dari As Sunnah. Kemudian beliau menceritakan kepada kami tentang hilangnya amanat, beliau bersabda: Seseorang tidur dengan nyenyak, lalu dicabutnya amanat dari dalam hatinya, maka tampak tinggal bekasnya seperti bercak.

Syndicate content