Skip to main content

Sholat Kita

Printer-friendly version
Sholat Kita

TENTANG KAMI

TENTANG KAMI


SHOLAT KITA

Copyright © 2001 Sholat Kita

Dilarang mengkopi dalam bentuk apapun untuk tujuan komersial

Silakan kirim kritik dan saran anda kepada kami melalui email rintoadi@gmail.com

Penyusun:

  • Abu Husain Abdul Wahhab
  • Abu Hasna Abdul Aziiz Al Jawasi
  • Abu Mukaffi AM Al-Jawi Al-Atsari

Muraja'ah:

  • Ustadz Abu Abdillah Muhamad Elvi bin Syamsi

BUKU-BUKU RUJUKAN

BUKU-BUKU RUJUKAN

  1. Sifat Sholat Nabi Edisi Revisi, karya Muhammad Nashiruddin Al-Albani Penerbit : Media Hidayah, Yogyakarta, Cetakan Pertama Terjemahan dari Kitab Shifatu Shalaati an Nabiyyi Shallallahi 'Alaihi wa Sallam min at-Takbiiri ilaa at Tasliimi Ka-annaka Taraahaa
  2. Sifat Shalat Nabi, karya Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin Penerbit : At Tibyan, Solo
    Terjemahan dari Kitab Shifatus Shalah

MELURUSKAN DAN MERAPATKAN SHAF DALAM SHOLAT BERJAMAAH

MELURUSKAN DAN MERAPATKAN SHAF DALAM SHOLAT BERJAMAAH

Di antara syari'at yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada umatnya adalah meluruskan dan merapatkan shaf dalam shalat berjamaah. Barangsiapa yang melaksanakan syari'at, petunjuk dan ajaran-ajarannya dalam meluruskan dan merapatkan shaf, sungguh dia telah menunjukkan ittiba' nya [mengikuti] dan kecintaannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Adapun hadits-hadits yang memerintahkan untuk meluruskan dan merapatkan shaf diantaranya sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

SHOLAT BERJAMAAH

SHOLAT BERJAMAAH

a. Hukum Shalat Berjama'ah

Shalat berjama'ah itu adalah wajib bagi tiap-tiap mukmin laki-laki, tidak ada keringanan untuk meninggalkannya terkecuali ada udzur (yang dibenarkan dalam agama). Hadits-hadits yang merupakan dalil tentang hukum ini sangat banyak, di antaranya:

BEBERAPA KESALAHAN GERAKAN SHOLAT

BEBERAPA KESALAHAN GERAKAN SHOLAT

Ruku'

  • Tangan tidak pada lutut (lihat gambar)
    rukusalah.gif
  • Punggung mendongak ke atas (lihat gambar)
    rukusalah2.gif

I'tidal

  • Tangan menengadah ke atas (lihat gambar)
    itidalsalah.gif

Dzikir Setelah Sholat

Dzikir Setelah Sholat

Dari Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz kepada seluruh orang melihat tulisan ini dari kalangan kaum muslimin

“Merupakan dari perbuatan sunnah, seorang muslim mengucapkan setelah setiap shalat fardu membaca astaghfirullahu.gifASTAGHFIRULLAH tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan:
dzikir01.gif
ALLAHUMMA ANTAS SALAAM WA MINKAS SALAAM TABAARAKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM

17. SALAM

SALAM

Salam sebagai tanda berakhirnya gerakan sholat, dilakukan dalam posisi duduk tasyahhud akhir setelah membaca do'a minta perlindungan dari 4 fitnah atau tambahan do'a lainnya.

"Kunci sholat adalah bersuci, pembukanya takbir dan penutupnya (yaitu sholat) adalah mengucapkan salam."
(Hadits dikeluarkan dan disahkan oleh Al Imam Al-Hakim dan Adz-Dzahabi)

Caranya

Dengan menolehkan wajah ke kanan seraya mengucapkan do'a salam kemudian ke kiri.

16. DUDUK TASYAHHUD AWWAL DAN TASYAHHUD AKHIR

DUDUK TASYAHHUD AWWAL DAN TASYAHHUD AKHIR

Tasyahhud awwal dan duduknya merupakan kewajiban dalam sholat


Tempat dilakukannya

Duduk tasyahhud awwal terdapat hanya pada sholat yang jumlah roka'atnya lebih dari dua (2), pada sholat wajib dilakukan pada roka'at yang ke-2. Sedang duduk tasyahhud akhir dilakukan pada roka'at yang terakhir. Masing-masing dilakukan setelah sujud yang kedua.

Cara duduk tasyahhud awwal dan tasyahhud akhir

15. MENUJU ROKA'AT BERIKUTNYA

MENUJU ROKA'AT BERIKUTNYA

Pada masalah ini ada dua tempat/kondisi, yaitu bangkit menuju roka'at berikut dari posisi sujud kedua -pada akhir roka'at pertama dan ketiga- dan bangkit dari posisi duduk tasyahhud awal -pada roka'at kedua.

> Bangkit/bangun dari sujud untuk berdiri (dari akhir roka'at pertama dan ketiga) didahului dengan duduk istirahat atau tanpa duduk istirahat, bangkit berdiri seraya bertakbir tanpa mengangkat kedua tangan. Ketika bangkit bisa dengan tangan bertumpu pada lantai atau bisa juga bertumpu pada pahanya.

14. DUDUK ANTARA DUA SUJUD

DUDUK ANTARA DUA SUJUD

Duduk ini dilakukan antara sujud yang pertama dan sujud yang kedua, pada roka'at pertama sampai terakhir. Ada dua macam tipe duduk antara dua sujud, duduk iftirasy (duduk dengan meletakkan pantat pada telapak kaki kiri dan kaki kanan ditegakkan) (lihat gambar) dan duduk iq'ak (duduk dengan menegakkan kedua telapak kaki dan duduk diatas tumit). Hal ini berdasar hadits:
duduk1.gif

Syndicate content